ORIENTASI MUBALLIGH STAI AS’ADIYAH



ORIENTASI MUBALLIGH STAI AS’ADIYAH SENGKANG TAHUN 2013
I.          ORIENTASI;
1.       Orientasi ia adalah Noun yang diartikan:  Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat dsb.) yang  tepat dan benar.
2.       Pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan
II.        BERORIENTASI;
1.       Melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu)
2.       Mempunyai kecenderungan  pandangan atau menitipberatkan pandangan, berkiblat dst.
III.      MUBALLIGH
1.       Muballigh bersinonim dengan kata Da’i ( orang yang mengajak, menyerukan) kebaikan, hasanah atau beramar ma’ruf wa al Nahyi ‘anil mungkar.
2.       Muballigh/Da’i adalah orang  yang profesi atas berbagai tindakan atau perilaku menyebarluaskan ajaran agama Islam (menjalankan tugs mulia amar ma’ruf dan nahyi ‘anil mungkar).
IV.      Mahasiswa STAI As’adiyah adalah ummat muslim yang memiliki tanggungjawab akan perjuangan penyebarluasan ajaran agama Islam di belahan bumi di mana masing-masing individu mereka  berpijak dan pada aktivitas, profesi yang mereka individu tekuni.
V.        Fokus Orientasinya :
1.       Bagaimana ciri / Gaya aktion dakwah Mahasiswa As’adiyah ?
2.       Pembahasannya:

Pondok Pesantren As’adiyah sebagai payung lembaga pendidikan tinggi yang ada ini, selama ini belum memperkenalkan corak, karakter dakwah secara definitif dan permanen, namun secara fenomenal dan yang mentradisi dapat terbaca secara samar-samar seperti yang dapat dikemukakan pada forum ini yaitu :
a.       Da’i atau muballigh yang sederhana (alami)
1)      Tidak mengejar popularitas dengan memeragakan identitas yang berlebihan dengan mempromosikan diri sebagai sosok yang hebat, yang sangat erpotensi keriyaan.
2)      Berusaha menghindari popularitas dengan pemajangan foto-foto  guna tebar pesona .
3)      Meskipun diperlukan ada sosok yang beraroma, berkarakter dan berkredibiliti.
4)      Dasar hukumnya adalah: Barang siapa yang mencari popularitas dengan amal perbuatannya, maka Allah akan menyiarkan aibnya dan barang siapa yang riya dengan amalnya, maka Allah akan menampakkan riyanya ( Shahih Muslim No.5302)
b.      Kesungguhan/keseriusan/tidak ada unsur dusta dalam canda;
1)      Pemaparan dakwah yang bercorak orientasi tasawuf, tauhid, tafsir, hadits, fikih, sejarah, akhlaq, ubudiah  secara teks dan kontekstual dengan pewajahan kesunguhan dan keseriusan.
2)      Menghindari gaya dan adegan bersengaja menyajikan materi  dakwah yang menertawakan secara berlebihan apalagi dengan sengaja membuat lelucon yang berisi adegan kepalsuan /kebohongan, namun tidak berarti kaku dalam canda.
3)      Rasulullah Muhammad Saw. Juga humoris tetapi tidak berisi kebohongan dalam candanya. (Dasar hukumnya: Hindarilah tertawa yang berlebihan karena yang demikian itu adalah membunuh hati (demikian kurang lebih makna HR. Ahmad dan Turmuzi)
4)      Dasar hukum larangan dusta dalam canda; “ Celaka bagi rang yang mengantarkan canda dusta untuk menertawakan orang, celaka dia.. celaka dia (HR. Abu Daud dan Ahmad)
c.       Menjauhi berinstrumen Mahluk Jin
1)      Ilmu Kekebalan, Pengobatan jarak jauh dan berbagai keunikan-keunikan atau sesuatu di luar kelaziman karena yang demikian adalah menambah dosa bahkan mengarah pada kesesatan,  dasar hukumnya adalah



6. dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

[1523] Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, Maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap Kuasa di tempat itu.
2)      Muballigh yang ideal adalah yang menusiawi, bersahaja, sabar, tulus, ikhlash, tawakkal, yang dilandasi dengan Iman, ihsan dst. Dan yang demikian bisa mendapat kedahsyatan yang melebihi kedahsyatan empat unsur kehidupan sebagaimana sabdah Rasulullah :
هو ابن آ د م يتصدّ قة بيمينه يخفيها عن شما له فهو اشدّ منه
Terjemahnya:
... anak turunan adam yang memberi suatu derma (shadaqah) dengan tangan kanannya dan merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahuinya, maka dia lebih dahsyat dari semua.


0 komentar: